Jumat, 06 Oktober 2017

PRESTASI MESSI SEMAKIN MENURUN DI ARGENTINA

PARTNER WEBSITE ONLINE

---------------------------------------------------
SQBola.com - Argentina adalah gudangnua gudangnya pemain bintang. Mereka, selain punya Paulo Dybala, Mauro Icardi, dan Angel di Maria, juga punya Lionel Messi Adalah sebuah dosa besar jika tim berjuluk Albiceleste tersebut tak bisa menjuarai Piala Dunia 2018 mendatang.
PRESTASI MESSI SEMAKIN MENURUN DI ARGENTINA
Terakhir kali Argentina menjadi Piala Dunia yaitu pada tahun 1986. Gelar tersebut tak lepas dari peran penting Diego Maradona yang bisa mencetak gol 'Tangan Tuhan' ke gawang Inggris dalam perempat final menghadapi Inggris kemudian mengalahkan Jerman Barat 2-3 di partai final. Setelah itu, Argentina tak pernah juara lagi.

Pada 2005, harapan Argentina untuk jadi juara dalam kompetisi paling akbar di dunia tersebut kembali membuncah. Pasalnya waktu itu, muncul bocah yang memiliki talenta besar dan di harapkan bisa menjadi penerus Maradona, Dialah Messi. Tahun itu, Messi menjalani debutnya bersama Tim Nasional Argentina U-20 menjuarai Piala Dunia.

Namun perjalan Messi bersama timnas Argentina senior ternyata tak pernah mudah. Di Barcelona , prestasi Messi memang sangat gemilang. Ia telah merasakan berbagai gelar sebagai tim dan juga menyabet sederet prestasi individu, mulai dari gelar La Liga, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan lima kali memenangkan Ballon d'Or. Lalu apa prestasi Messi bersama Argentina sejak menjalani debut di tim senior? Nol.

Pemain yang saat ini berusia 30 tahun tersebut sempat hampir menyerah daru timnas setelah mengalami kekalahan di final Copa Amerika 2016 , Ia lantas memutuskan pensiun dini Namun kemudian, ia 'menelan ludahnya sendiri' karena tak lama setelah itu, Messi memutuskan kembali bermain untuk timnas.

Sampai saat ini, perjalanan Messi bersama Argentian pun belum juga mulus. Ketika Piala 2018 akan segera bergulir di Rusia tahun depan, Argentiana terancam tak lolos. Mereka baru saja mendapat hasil kurang memuaskan kala bertemu Peru di babak kualifikasi. Hal itu membuat Argentina kini masih tertinggal di peringkat enam klasemen sementara sedangkan peringkat lima untuk jalur play off di tempati Peru. Memang, Argentina masih punya peluang lolos di satu pertandingan tersisa. Namun peluang itu bisa di katakan kecil.

Messi belum bisa bicara soal prestasinya bersama Argentina. Kontribusinya bersama Argentina memang bertanding terbalik jika di bandingkan kala bermain untuk Barcelona. Masalah ini yang membuat publik Argentina gemas terhadap Messi. Di Barca, Messi bisa begitu tapi kalau di timnas kok begini. Berbeda.

Messi bisa bermain baik di Barcelona karena pemain 30 tahun tersebut bermain lebih banyak di sana. Tentu saja ia lebih dekat dengan klub Catatan tersebut. Lebih kenal dengan segala hal menyangkut tim.

Sebagai pemain yang menyandang status pemain terbaik dunia lima kali, ia mendapat respek lebih besar dari rekan rekannya di Barca. Ia di manjakan sedemikian rupa karena rekan rekannya begitu percaya dengan magis yang akan di ciptakan Messi.

Sementara itu, ketika bermain di timnas, ia hanya bermain dalam beberapa kesempatan saja, persiapannya pun terbatas untuk menyambut satu pertandingan. bagi sebagian pemain, proses adaptasi dengan timnas memang bukan menjadi masalah. Buktinya, Cristiano Ronaldo bisa moncer bersama timnas dan bisa menjuarai Piala Eropa bersama Portugal tahun lalu, Neymar juga bisa menyabet gelar medali emas di Olimpiade bersama Brasil.

Sulitnya adaptasi ini tak terlepas dari pengalaman Messi. Sejak awal, Messi hanya bermain di Barca. Ia tak pernah pindaj dari satu klub ke klub lain selama menjadi pemain profesional. Hal ini juga bisa menjadi indikasi bahwa Messi mungkin juga ajan gagal jika bermain di luar Barcelona. messi yang di kenal sebagai orang pemalu mungkin juga sedikit memberi pengaruh kenapa ia kesulitan bersinar di Argentina.

Membuat Argentian seperti Barcelona, Untuk mengatasi masalah tersebut, pelatih Argentina sekarang, Jorge Sampaoli, harus segera mengambil tindakan. ia harus bisa menjadikan Argentina bak Barcelona bagi Messi. Di Barca, Messi menjadi fokus utama keetika menyerang. Pun demikian semestinya di Argentina. Ketika pemain lain mendapatkan bola, Messi harus menjadi prioritas. Messi tampaknya belum mendapatkan perlakuan seperti itu di timnas.

Xavi yang pernah bermain di Barcelona bersama dengan Messi mengungkapkan bahwa Messi memang gampang kecewa jika terlalu lama mendapatkan bola. Messi selalu ingin terlibat dakam setiap pergerakan bola.

"Barcelona dan Argentian tidak boleh walaupun hanya sepuluh menut bermain tanpa Messi. Dia harus, di manapun berada dan meskipun tidak ada di sana, bawalah bola kepada Messi. Messi yang akan menentukan segala yang terjadi untuk tim," ungkap xavi.

Alasan lain Messi bisa bersinar di Barcadi sebut karena superioritasnya atas pemain pemain lawannya di Spanyol. Menurut pengakuan bek Atletico Madrid, Diego Godin, para pemain di La Liga begitu mengagumi Messi sehingga sebelum bertanding sudah mengalami 'demam panggung'.

"Para bek di Amerika selatan mampu menjaganya lebih ketat. Di Spanyol, sebelum laga dimainkan, mereka "para lawan Messi" lebih memilih berfoto dengan Messi. Ini mungkin garauan, tetapi itulah kenyataannya," ucap Godin.

Tapi pernyataan tersebut tak sepenuhnya benar karena faktanya Messi sudah terbukti bisa bersinar di berbagai kompetisi menghadapi klub klub di laur Spanyol, di Liga Champions misalnya.

Artinya, masalah utama Messi gagal bersinar bersama Argentina adalah performa tim secara keseluruhan. Soal kualitas messi tak perlu menjadi pertanyaan. Argentina hanya perlu menjadi seperti Barca, yaito tempat yang nyaman bagi sang 'Juru Selamat' agar ia bisa mengeluarkan daya magisnya.

Di luar masalah Messi, Sampaoli perlu mendapat kepercayaan untuk membangun timnya di Argentina dan butuh waktu untuk membuat timnya seperti Barcelona. Tapi ironisnya, Argentina terlalu sering melakukan pergantian pelatih dalam satu dekade terakhir. Dalam 13 tahun terakhir, Argentina telah melakukan pergantian pelatih sebanyak delapan kali.