Senin, 12 Februari 2018

Agen Judi Online - Skuad Man City Jadi yang Termahal dalam Sejarah

PARTNER WEBSITE ONLINE

---------------------------------------------------
SQBola.com - Manchester City jadi skuad termahal dalam sejarah sepakbola dunia, setelah tim asuhan Pep Guardiola itu habiskan 878 juta euro atau sekitar Rp14,7 triliun di bursa transfer.

POKERBOLA AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA
Sebuah tabel yang diterbitkan CIES Football Observatory menunjukkan, pemimpin sementara Liga Premier itu telah habiskan dana lebih banyak dibandingkan tim-tim papan atas lainnya di lima liga besar di Eropa. Ini setelah City kedatangan Aymeric Laporte dari Athletic Bilbao yang jadi pemain terakhir yang teken kontrak pada Januari lalu. Pemain asal Prancis itu pecahkan rekor transfer klubnya sebesar 65 juta euro (sekitar Rp1,08 triliun). - Sabung Ayam

Investasi City ini berhasil menggoncang PSG, yang skuadnya bernilai 805 juta euro (sekitar Rp13,47 triliun), di mana lebih dari seperempatnya dikeluarkan PSG untuk datangkan Neymar dari Barcelona.

Sementara itu, Manchester United berada di urutan ketiga dalam daftar 98 tim teratas, dengan nilai transfer yang sebesar 747 juta euro, di atas Barcelona yang habiskan 725 juta euro, Chelsea 592 juta euro dan Real Madrid sebesar 497 juta euro.

Selain itu, ada enam klub lain dari Liga Premier yang  masuk daftar 20 besar, termasuk Liverpool yang habiskan dana transfer sebesar 461 juta euro, Arsenal 403 juta euro, Everton 365 juta euro, Tottenham Hotspur 358 juta euro, Southampton 229 juta euro dan Crystal Palace sebesar 225 juta euro.

Baca Juga :  Pochettino Ingin Dybala Perkuat Juventus Hadapi Tottenham

Memang, belanja klub-klub papan atas Inggris rata-rata mencapai rekor, yakni sebesar 291 juta euro, jauh di atas klub-klub La Liga yang rata-rata belanjakan 131 juta euro, Serie A 124 juta euro, Bundesliga 113 juta euro dan Ligue 1 yang rata-rata sebesar 97 juta euro.

Totalnya, 42 klub dari 98 klub telah pecahkan batasan 100 juta euro dalam anggaran perekrutan mereka. Sementara klub Ligue 1, Troyes FC, hanya menopang aksi mereka di kompetisi Prancis itu dengan dana transfer hanya dua juta euro.

Adapun CIES Football Observatory, adalah kelompok penelitian di Pusat Studi Olahraga Internasional (CIES) yang merupakan sebuah pusat studi independen yang berlokasi di Neuchatel, Swiss. - Daftar?